Rabu, 14 Maret 2012
seorang kiai yang mencari jodoh di tempat pelacuran
ttp://lets-learn-about-
islam.blogspot.com/2012/03/kisah-seorang-kiai-yang-
mencari-jodoh.html
Share : http://on.fb.me/ztFrOD
=][ Kisah Seorang Kiai Yang Mencari Jodoh Ditempat
Pelacuran ][=
Kiai Marwan, adalah seorang kiai dari Nganjuk. Kiai ini sudah
hampir mendekati lima puluh tahun usianya, tetapi masih
membujang. Keinginan untuk berkonsentrasi sebagai Kiai tanpa
menghiraukan urusan dunia termasuk wanita, membuatnya
menjadi bujang lapuk. Tapi soal kebutuhan penyaluran
syahwat, tetap saja mengusik setiap hari. Apalagi kalau ia
berfikir, siapa nanti yang meneruskan pesantrennya kalau ia
tidak punya putra ?
Dengan segala kejengkelan pada diri sendiri dan gemuruh
jiwanya, akhirnya Kiai Marwan melakukan istikhoroh, mohon
petunjuk kepada Allah, siapa sesungguhnya wanita yang
menjadi jodohnya?
Petunjuk yang muncul dalam istikhoroh, adalah agar Kiai
Marwan mendatangi sebuah komplek pelacuran terkenal di
daerahnya. “Disanalah jodoh anda nanti…” kata suara dalam
istikhoroh itu.
Tentu saja Kiai Marwan menangis tak habis-habisnya, setengah
memprotes Tuhannya. Kenapa ia harus berjodoh dengan
seorang pelacur ? Bagaimana kata para santri dan masyarakat
sekitar nanti, kalau Ibu Nyainya justru seorang pelacur? “Ya
Allah…! Apakah tidak ada perempuan lain di dunia ini ?”
Dengan tubuh yang gontai, layaknya seorang yang sedang
mabuk, Kiai Marwan nekad pergi ke komplek pelacuran itu.
Peluhnya membasahi seluruh tubuhnya, dan jantungnya
berdetak keras, ketika memasuki sebuah warung dari salah
satu komplek itu. Dengan kecemasan luar biasa, ia
memandang seluruh wajah pelacur di sana, sembari menduga-
duga, siapa diantara mereka yang menjadi jodohnya.
Dalam keadaan tak menentu, tiba-tiba muncul seorang
perempuan muda yang cantik, berjilbab, menenteng kopor
besar, memasuki warung yang sama, dan duduk di dekat Kiai
Marwan. “Masya Allah, apa tidak salah perempuan cantik ini
masuk ke warung ini?” kata benaknya.
“Mbak, maaf, Mbak. Mbak dari mana, kok datang kemari ? Apa
Mbak tidak salah alamat ?” tanya Kiai Marwan pada
perempuan itu. Perempuan itu hanya menundukkan mukanya.
Lama-lama butiran airmatanya mulai mengembang dan
menggores pipinya. Sambil menatap dengan mata kosong,
perempuan itu mulai mengisahkan perjalanannya, hingga ke
tempat pelacuran ini. Singkat cerita, perempuan itu minggat
dari rumah orang tuanya, memang sengaja ingin menjadi
pelacur, gara-gara ia dijodohkan paksa dengan pria yang tidak
dicintainya.
“Masya Allah…. Masya Allah… Mbak.. Begini saja Mbak, Mbak
ikut saya saja .…” kata Kiai Marwan, sambil mengisahkan
dirinya sendiri, kenapa ia pun juga sampai ke tempat
pelacuran itu. Dan tanpa mereka sadari, kedua makhluk itu
akhirnya sepakat untuk berjodoh.
Hal ini menggambarkan bagaimana dunia jiwa, dunia moral,
dunia keindahan dan kebesaran Ilahi, harus direspon tanpa
harus ditimbang oleh fakta-fakta normatif sosial yang
terkadang malah menjebak moral seorang hamba Allah. Sebab
tidak jarang, seorang Kiai, sering mempertaruhkan harga
dirinya di depan pendukungnya, ketimbang mempertaruhkan
harga dirinya di depan Allah. Dan begitulah cara Allah
menyindir para Kiai, dengan menampilkan Kiai Marwan ini.
Sahabat, mari bergabung di Page Facebook kami di http://
on.fb.me/yrwFs4
Selasa pukul 21:57
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar